Tentang Lagu Pearl Jam “Jeremy”

Januari 7, 2008 by arissetyawangrungies

Tentang Alienisasi, kesepian, pemberontakan, bunuh diri, kekerasan. Lagu ini terinspirasi oleh cerita tragis Jeremy Wade Delle. Pada 8 January 1991, Jeremy Wade Delle, siswa Richardson High School Negara Bagian Dallas, terlambat mengikuti Periode Kedua kelas Inggris. Masalah Jeremy tersebut dikirim kebagian kantor Administrasi sehingga Jeremy tidak boleh mengikuti sekolah. Namun Jeremy kembali dengan Magnum 357. Ia hanya berbicara Sebuah Kalimat pendek dengan suara pelan “Miss, I Got what I really went for”-dan kemudian, Teman-teman sekelasnya menyaksikan adegan mengerikan, saat Jeremy meletakkan Pistol tersebut kedalam mulutnya dan menarik pelatuknya.

Membicarakan tentang Jeremy, Vedder menjelaskan “Aku Melihat Paragraf kecil didalam sebuah Koran tentang nama seorang anak, nama pertamanya Jeremy. Dia menembak dirinya sendiri didepan Kelas Pelajaran Inggris, lalu Aku Menulis, Aku bermaksud untuk menulis lagu malam itu, aku pikir Aku Menduga-duga apa yang terjadi? Aku menduga-duga mengapa dia melakukannya..” Vedder menjelaskan ada sumber lain yang menjadi inspirasi baginya untuk menulis lagu Jeremy. “Aku mengetahui sesorang di Smu, di San Diego, California, Dia Melakukan hal yang sama, hanya saja, tidak mengakhiri hidupnya tapi menembaki ruang Oceanography…Jadi Lagu ini sedikit bercerita tentang seorang anak yang bernama Jeremy dan juga sedikit bercerita tentang seorang anak Bernama Brian. Tentang hal-hal yang Kuketahui dan tak Kuketahui…Aku selalu berpikir tentang Jeremy saat aku menyanyikan lagu itu..”

Pada Tahun 1993 di Rockline Interview Vedder menjelaskan lagu & Video Jeremy menunjukkan Kekerasan yang terjadi pada generasi Muda. “Beberapa Anak Melakukannya. Aku tidak merekayasanya dalam lagu itu, karena semua adalah Fakta. Semua datang dari sebuah paragraf kecil di Koran yang berarti Kau membunuh Dirimu sendiri dan Kau membuat Pengorbanan yang amat besar dan mencoba mendapatkan balas dendammu. Padahal semua hanya akan berakhir di sebuah paragraf kecil disebuah koran..dunia akan terus berjalan sementara hidupmu berakhir. Balas Dendam terbaik bukanlah dengan cara mengakhiri hidup, tapi dengan cara melanjutkan hidup dan membuktikan dirimu sendiri. Menjadi lebih Kuat dari orang lain. Dan kemudian Kau akan kembali jadi seorang yang lebih baik….”

*ArisDeGrungiesCat

Shocking Blue: Band Penyanyi Lagu “Love Buzz”

Januari 7, 2008 by arissetyawangrungies

Ada yang suka Lagu Nirvana yg judulnya “Love Buzz”? pastinya yg ngaku anak Grunge dah ga asing lagi donk dengan lagu yg masuk di Album Bleach ini, pasalnya ni lagu gampang banget diingat liriknya, lah cuma 5 baris sih. lagu Dengan distorsi dan riff2 gitar yg kerasa banget kotornya ini biar musiknya susah dicerna tapi mudah diingat lah…….

pastinya pada tau donk siapa pencipta lagu ini? buat yg ngertinya “Grunge itu Nirvana” pasti nebak2 “ni Lagu ciptaan Kurt Cobain kan…..???…siapa Lagi?”

tapi buat yang “Grunge beneran” dan punya or paling ga pernah dengerin album Bleach, pasti tau kalo pencipta Lagu Love Buzz tu “Robby Van Leuween”

tapi siapa ya Robby Van Leuween itu….????

Robby van Leuween adalah anggota dari satu band Blues asal Belanda yg Punya nama “Shocking Blue” belum pernah denger?

ya pastinya blom brur, pasalnya ni Band exist taon 70-an. berdiri pada taon 1967, band ini terdiri dari Robby Van Leuween: Gitar, Fred De Wilde: Vocals, Klasjee Van Der Wall: Bass, Cornelius Van Der Beek: Drum….Namun pada perjalanannya Vokalis ni band diganti ma Mariska Veres, cewek tu………

lagu mereka yg cukup ngehits n ngebawa mereka ke jalur internasional judulnya “Venus” mereka dah nelurin banyak album Dude (tapi kok gw tetep baru denger mereka ya?)

Nah kembali ke Lagu Love Buzz tadi ya. Love Buzz ada di album Shocking Blue yg judulnya “At Home” pas di album ini vokalisnya dah diganti si-Mariska Veres. cewek loh, jadi versi asli lagu Love Buzz tu dinyanyiin ma cewek, aransemennya yah tau ndirilah sound-sound 70-an kayak gimana. terasa kental banget Lick2 Blues di lagu ini + Dengan tambahan Instrumen “Sitar”. yupz, Pada lagu Love Buzz asli ada suara Sitar. pokoknya ga kayak Love Buzz yg dah diaransemen Kurt dah.

masih pada asing dengan Shocking Blue? maklum deh, gw juga baru tau ni. pas gw ngobrak-abrik kaset temen gw gitu, eh ada kasetnya Shocking Blue, katanya punya Om dia gitu. eh gw liat2 ada lagu Love Buzz, penasaran gw dengerin. lah ni lagu jadul banget……..

trus kira2 kenapa yah Kurt Mutusin buat ngecover lagu ini trus masuk ke album Bleach? well, maybe kasusnya kayak lagu Season In The Sun. lagu yg Kurt Suka, ya dia Oprek deh….

Yg masih penasaran silakan cari di Wikipedia saja……..

Tabrak Lari: Scene Favorit Sinetron Kita.

Januari 7, 2008 by arissetyawangrungies

Lo mua masih suka nonton sinetron Negeri kita? kalau masih pastinya mulai hafal dengan adegan-adegannya, karena semuanya kebanyakan nyaris stagnan. sama saja ga ada beda. setelah kemaren dulu gw dikejutkan dengan menjamurnya cerita hamil diluar nikah di sinetron kita, sekarang gw dikejutkan ma satu Scence lagi: tabrak lari….

Lah, koq tabrak lari napa Bro..??? ya iyalah, soalnya di Sinetron-Sinetron tu sekarang lagi musim adegan dimana sang tokoh baik-baik dijorokin ma tokoh jahat-jahat trus jatuh di jalan, akhirnya ada kendaraan entah itu mobil atau kalo ga motor lewat. lalu lalu gimana kelanjutannya? yah kelanjutannya tokoh baik-baik teriak..AAAACCCHHHHHH…. trus ketabrak deh.

kenapa kayak gini perlu dibahas? penting yah? bisa dibilang penting bisa dibilang ga, soalnya kalo dipikir-pikir, tu adegan jadi ga jelas n ga realistis banget, secara tiap adegan yang gw liat pasti ga masuk nalar. jarak antara motor/mobil dan tokoh utama masih jauh banget, kalo mo lari juga masih bisa, eh malah teriak AAAACHHHHHH…nunggu ditabrak, apa ini ga ngajarin bunuh diri namanya?

yang lebih parah lagi n gw mo bahas sebenarnya efek satunya lagi, ngajarin gimana caranya tabrak lari. kebanyakan dari yang gw liat. pasti setelah motor/mobilnya nabrak trus pada lari deh gak tanggung jawab….

yah, pendidikan tabrak lari disiarkan nasional di stasiun Tv, dan edannya tu pendidikan jadi acara favorit masyarakat kita……

Stiker 50 tahun Indonesia Merdeka Nyasar Di Gitar Nick Zinner Gitaris “Yeah Yeah Yeahs”: Mempertanyakan Nasionalisme Kita.

Januari 7, 2008 by arissetyawangrungies

Sekedar buat yang belum tahu band yang punya nama Yeah Yeah Yeahs, berikut gw kasi sedikit cerita tentang mereka. Mereka terbentuk karena kepopuleran The Stroke dan beberapa grup garage lainnya. Trio asal New York yang terdiri dari sang vokalis, Karen O, gitarisnya Nicolas Zinner, dan drummer Brian Chase. Awal terbentuknya sebenarnya adalah pas Karen O ketemu Chase di Oberlin College yang ada di Ohio dan kebetulan juga ketemuan bareng Zinner (lewat perkenalan dengan teman).

Setelah pindah ke N.Y.U. Zinner dan Karen O ngebentuk band di tahun 2000 dan ngerekrut Chase. Yeah Yeah Yeahs nulis beberapa lagu di latihan mereka yang pertama dan tanpa diduga dalam waktu singkat mereka udah manggung (jadi band pembuka tentunya) untuk grup-grup macam Strokes dan White Stripes. Nggak kerasa jadi band pembuka ini berhasil mengumpulkan beberapa penggemar setia dan juga promosi yang baik buat penampilan mereka yang dibilang garage punk dengan gaya arty and sexy itu. Gw suka Yeah Yeah Yeahs karena mereka unik, cuma bertiga tanpa bassist namun Sound bisa tertutupi dengan permainan Gitar Nick Zinner yang Mumpuni. Lo bakal Nemuin Sound Blues, Punk, & Metal di lagu2 mereka. Buat yg penasaran yah cari aja lagu mereka, gw rekomendasikan Lo Dengerin Gold Lion, Cheated Heart, Maps, Y Control.

 

Ok, Enough for the story, sekarang kembali ke bahasan gw, Pada tau ga kalo pada gitar Strato Jepang milik Nick Zinner tertempel Stiker bertuliskan: 50 Tahun Indonesia Merdeka. Koq bisa, mang Nick punya darah Indo apa? Hahahaha, ga sama sekali. Doi asli kelahiran New York Amrik, Nick mengaku sengaja menempelkan Stiker tersebut karena dia cinta mati dengan negara Indonesia, dia mengagumi budayanya, alam, dan semua yg berbau Indonesia. Bahkan saking cintanya Nick dengan Indonesia, doi sempet Ngendon/tinggal di Yogyakarta selama 6 bulan untuk belajar Gamelan disana. Niat banget yah?

 

Ini yg bikin gw rada malu, lha gw ja maybe ga kan sebegitunya. Stiker yg tertempel di Gitar Gw stiker Nirvana, Silverchair. Kagak ada stiker Indonesia Merdeka. Jadi patut dipertanyakan Nasionalisme gw. Maybe Lo semua juga patut dipertanyakan, hehehehe….orang Amrik macam Nick cinta mati ma negeri kita ini, sementara kita sendiri selalu merasa bangga sok kebarat-baratan.

Yeah yeah yeahs

Cerpen Sebelum Aku Mati

Januari 7, 2008 by arissetyawangrungies

Aku sering berkunjung ke pemakaman. Baik itu untuk tujuan berziarah ke makam orang-orang yang telah dipanggil lebih dahulu, atau Cuma sekedar mencium wewangian kamboja yang semerbak di tanahnya. Semasa kecilku pun aku gemar berkunjung kesana. Dengan tanpa rasa takut kulompati Nisan-nisan yang diam membisu itu. Bahkan tak jarang kududuki satu-dua nisan yang bentuknya kukhayalkan sebagai seekor kuda. Aku serasa jadi ksatria berpedang dengan kuda kesayangannya tengah di medan perang. Aku senang menerbangkan layang-layangku di kompleks pemakaman. Kata orang sih angker. Tapi kataku di pemakaman ini banyak angin, jadi layang-layangku bisa mengangkasa dengan cepat. Ketika beranjak dewasapun aku tak bisa menghilangkan kebiasaan ini. Ketika ada tetangga atau kerabat yang meninggal dan hendak dikebumikan, entah kenapa senyuman mengembang di bibirku. Bukannya senyuman yang menunjukkan kebencianku pada orang mati itu. Tapi senyuman kegembiraan karena sebentar lagi aku akan turut menghantarnya menuju rumah masa depan sekaligus kediamannya di masa datang. Dengan penuh semangat diriku akan mengiring jenazah itu menuju kuburan. Begitu menginjakkan kaki di tanahnya. Aku akan memandang sekeliling, sekitar yang nampaknya sunyi, senyap. Kawanan burung gagak bersiul seraya bercengkerama di sudut. Ada beberapa gundukan tanah yang masih berwarna merah dan belum ditumbuhi rumput tanda penghuninya baru saja mengkapling jatah kediamannya. Ketika jenazah yang kuiring mulai diturunkan ke liang lahatnya, tanpa henti aku terus menatapnya, aku tak mau melewatkan satu momenpun. Mengerdipkan kelopakpun aku enggan. Dalam hati aku ucapkan perpisahan sekaligus selamat kepadanya. Selamat jalan wahai yang telah pergi, semoga kau dapatkan tempat yang lebih baik disana. Semoga kau diterima di sisi-NYA. Juga kuhaturkan selamat padamu, selamat karena kau lebih dulu meninggalkan dunia yang penuh kebohongan serta menjenuhkan ini. Pasti kau sungguh senang bisa meninggalkan permukaan bumi nan penuh benci ini, lalu kau bisa terbaring dengan tenang di dalam bumi, tanpa takut dilindas kesombongan sesama. Oh ya, apa disana kira-kira ada kantor pos? seandainya kau sudah menemukannya, jangan lupa kirim surat buatku. Ceritakan segala yang terjadi didalam sana. Kalau perlu berilah uang lebih pada sang kurir gaib biar suratnya cepat sampai. Selamat jalan, sampai jumpa. Sang jenazah telah tertimbun tanah. Bunga-bunga bertabur diatas gundukannya, semua orang termasuk keluarga almarhum telah meninggalkan pemakaman. Tinggal aku sendiri, aku dan banyak nisan serta para penghuninya. Seraya menatapi luasnya, aku mulai berpikir, merenung dan membayangkan. Ah, suatu saat nanti aku akan jadi salah satu penghuninya. Aku tak sabar menanti datangnya jatahku. Aku ingin segera jadi bagian dari mereka. Tapi, kupikir-pikir lagi nanti dulu. Masih banyak yang belum kulakukan. Sebelum aku mati, aku masih memimpikan banyak hal, aku masih ingin memberikan sesuatu kepada orang-orang yang kusayangi. Sebelum aku mati aku ingin…

Celaka, kematianku telah mendekat. Aku yakin bahwa ajal akan segera menjemputku. Aku tak bisa menjelaskan darimana aku mendapatkan berita ini. Tapi sepertinya perasaanku yang mengatakan bahwasanya mati akan segera menyergapku. Dari segala arah mata angin, dari langit, dari bawah bumi, dari mana-mana kematian bisa saja segera memeluk jasadku. Oh, tidak bagaimana ini? Bukannya aku hendak menolak ajal. Aku pasrah dan rela jika memang saatnya telah tiba. Tapi aku masih ingin melakukan banyak hal, aku masih muda dan juga enerjik. Aku masih dibutuhkan khalayak. Aku baru berumur 20 tahun. Masih perjaka ting-ting. Kematian, kenapa kau harus datang begitu cepat? Tunggulah barang beberapa tahun lagi, biar aku beruban dan wajahku keriput dahulu. Sekali lagi aku sulit mempercayainya, memang tak ada yang bisa memastikan bahwa hari ini atau esok kematian akan datang. Tapi sepertinya perasaanku kali ini bisa dipercaya. Aku memang akan segera mati. Jadi aku harus segera menyelesaikan yang belum terselesaikan, mengakhiri apa yang belum berakhir, serta membagikan segalanya sesuatu yang belum sempat kubagikan. Waktuku amat sempit, aku harus bergegas. Masih banyak tugas yang harus kujalankan. Baiklah, wahai sang ajal, jikalau memang kau hendak jemput aku sekarang. Beri aku kesempatan, aku butuh waktu untuk mengucapkan salam perpisahan pada dunia.

Aku telah meninggalkan kompleks perkuburan itu. Kini aku terduduk lunglai di kamar. Badanku serasa lemas dan otakku terasa kosong hampa. Bukannya karena takut akan datangnya mati, aku siap menghadapinya. Justru kematian telah lama kutunggu-tunggu. Cuma yang jadi masalah kenapa harus secepat ini? Saat ini aku belum menjelajah dunia sama sekali. Namun biar bagaimana kematian tak bisa ditawar lagi. Ya sudah, aku pasrah. Ok, aku sadar waktuku tak banyak. Degup jantungku serasa berpacu dengan hembusan angin. Diusiaku yang masih muda, banyak yang belum kuketahui dan belum kulakukan. Sebisa mungkin harus tercapai semua yang tadinya belum bisa tercapai.

Sebelum aku mati, aku harus membagi-bagikan semua milikku. Biar orang-orang terus mengenangku saat mereka menatap dan menyentuh barang-barang pemberianku. Semua yang hendak kubagikan mulai kukumpulkan. Dari barang-barang yang bersifat remeh sampai yang amat berharga. Buku-buku koleksi novelku akan kuserahkan buat si Citra yang kutu buku itu. Tas punggung dan juga alat-alat tulisku, emm, mendingan kuberikan pada joni. Tetangga sebelah yang masih duduk dibangku kelas 6 SD. Ia pasti sangat senang memperoleh tas baru namun seken ini. Oh iya, kaset-kaset Nirvana dari album pertama sampai terakhir. Benda yang paling berharga menurutku. Satu keputusan yang cukup sulit, hendak kuberikan pada siapa? Sosok yang akan menerimanya harus seseorang yang benar-benar cinta musik dan menganut paham idealisme. Biar ia bisa merawat kaset-kaset yang lumayan langka ini. Aha, tentu saja. Tak salah lagi, Veri. Ia adalah anak band. Pasti ia akan dengan sangat senang hati menerima pemberianku. Waduh, masih banyak yang harus kubagikan, masih banyak yang harus kulakukan. Tapi waktuku semakin sempit. Aku musti bergegas. Keringat dingin mulai bertetesan dari dahiku. Jantung berdegup lebih kencang, aku takut tak bisa menyelesaikan kewajibanku tepat pada waktunya. Lagi-lagi aku memohon padamu wahai sang ajal. Ulurlah waktu, sebelum aku mati aku ingin memulai apa yang belum kumulai. Ah, semua barang kepunyaanku takkan selesai kubagikan. Lebih baik keseluruhannya kukumpulkan saja dalam kardus, lalu kuberi catatan surat wasiat agar supaya isi didalamnya diserahkan kepanti asuhan. Lalu kira-kira apalagi yang harus kulakukan. Wah, rasa-rasanya selama aku hidup aku jarang beramal. Aku sering merasa iba menatap anak-anak kumal dipinggir jalanan yang menadahkan tangan. Tapi aku Cuma sebatas iba, dan jarang memberi rupiah pada mereka. Disaat-saat terakhir ini aku harus beramal, aku harus menyumbangkan uangku yang terbatas buat bocah-bocah yatim-piatu. Segera kuraih Telepon genggam di meja. Kucek pulsa yang tersisa, sisa pulsa yang anda miliki adalah senilai dua puluh lima ribu tiga ratus lima puluh rupiah . tinggal segitu sisa pulsaku. Aku ingat kalau operator selularku punya program infak lewat pengurangan pulsa. Sisa pulsaku kuhabiskan, kukirimkan untuk infak via SMS. Sudah cukup, aku sudah beramal.

Badanku lemas sekali, tulang-tulang serasa bergemeretakkan. Waktunya hampir tiba pikirku. Terlalu banyak yang belum kukerjakan. Sebelum mati aku ingin mencicipi sate ayam Cak Amat terlebih dahulu. Satenya paling terkenal di daerahku karena dibakar sempurna. Dengan bumbu kacang yang sedap menggoda. Sebelum mati aku juga ingin mengirim E-mail buat Angelina jolie. Aku hendak menyatakan kekagumanku padanya terkait aktingnya di Tomb raider yang luar biasa. Oh tidak, lalu bagaimana dengan teman-teman Chattingku? Mereka akan kehilangan Co-keren jika aku tak berpamitan. Setelah kuhitung-hitung dan kukalkulasikan lagi. Serta mengambil segala resiko yang terjadi, aku memutuskan waktunya masih cukup. Sebelum sang ajal datang aku masih sempat melakoni semuanya. Aku berkejar-kejaran dengan mati, menuju tempat mangkal Cak Amat. Memesan sate ayam spesial 10 tusuk plus es teh. Kemudian lari ke Cybernet login ke Yahoo, menulis e-mail singkat ke Anjelina jolie. Mengirim Offline messagges dengan isi ‘aku pergi meninggalkan dunia, selamat tinggal’ lalu kukirim kepada semua teman-teman chat-ku di seluruh penjuru dunia. kemudian Tak lupa kukembalikan kartu member-ku pada penunggu warnet sekalian pamitan padanya yang mana membuat ia mengerutkan dahi sekaligus terheran-heran saat aku bilang aku akan meninggalkan dunia ‘tuk selama-lamanya. Waktu terus berputar, jantungku makin hebat berdetak. Mengapa jantungku berdetak, berdetaknya lebih kencang seperti genderang mau perang.1 Aku keluar dari ruangan warnet, menatap indahnya dunia, merasakan hembusan angin yang sepertinya akan jadi angin terakhir yang bisa menyentuh kulitku karena didalam sana pasti sedikit pengap dan tak ada lubang anginnya. Aku merasa sudah amat siap kini, sebelum aku mati aku telah laksanakan semua kewajiban, telah kumulai apa yang harus kumulai, dan telah kuakhiri apa yang harus berakhir. Serasa damai menyelubungi kalbu. Kematian hendak menjemputku secara pelan dan mengendap-endap. Tapi kok rasanya seperti masih ada yang mengganjal di hati, tapi apa ya? Rasa-rasanya masih ada yang tertinggal. Ada sesuatu hal yang terasa amat penting dan belum kuselesaikan. Kupikir dan kutelaah lagi jejak-jejak memori di otak. Ku jelajah segala rasa di hati dan mampuslah aku. Mampuslah aku walau pada kenyataannya aku memang akan segera mampus nanti. Ada masalah besar, aku lupa. Teramat lupa dan aku merutuki diriku sendiri kenapa aku bisa lupa. Aku belum menyatakan cintaku pada Bunga. Gadis yang 6 bulan belakangan ini membuatku susah tidur. Aku terus memendam perasaan cintaku karena aku menganggap waktunya belum tepat dan masih banyak hari esok untuk menyatakannya. Penyesalan memang datangnya belakangan. Perasaanku mengatakan ’Kau akan segera mati, waktumu telah tiba.’ Tidak, aku belum mau mati. Aku tak mau mati tanpa cinta, jelas-jelas sang ajal mendekat mengendap-endap hendak menyergapku dari belakang. Dan aku berlari, berlari sekencang mungkin mencari Bunga. Ini hari Senin. Bunga pasti tengah duduk di meja kelasnya menerima mata kuliah ekonomi yang di sampaikan Pak Soebagyo. Aku berlari menumpang angin, tak peduli semua orang menatapku dengan pandangan mereka. Ah mungkin mereka heran melihatku berlari-lari di tengah hari yang panas ini. Atau bisa jadi dan sangat mungkin mereka iba karena melihat aku tengah dikejar-kejar sang ajal yang menguntitku dari belakang. Mereka juga bisa melihatnya, orang-orangpun melihat kematian mendekatiku. Aku terus berlari, kampus tempatku dan Bunga menuntut ilmu sudah terlihat didepan mata. Bunga tunggu aku, aku akan menyatakan cinta padamu. Rasa yang terus kupendam ini akan kuutarakan padamu. Bersiaplah Bunga, terimalah cintaku. Aku mengelap dahiku yang telah bersimbah peluh. Seraya berlari aku menoleh kebelakang, kutilik siapa tahu sang ajal telah sangat dekat. Dengan kaki yang terus melangkah berlari, aku mencari-cari. Mana kira-kira sang ajal? Terlalu lama aku menoleh kebelakang sampai tiba-tiba….Guuuubbrraaaakkk….Sepeda motor bebek itu menabrakku. Aku terpelanting dan terjatuh di jalan raya. Aku terbaring diantara kehidupan dan kematian. Orang-orang mengerumuniku, termasuk sang pengendara motor. Dan lagi-lagi mereka Cuma menatapku dengan tatapan itu. Antara heran karena aku berlari dengan menolehkan muka kebelakang, atau bisa jadi iba karena mereka melihat sang ajal sedang memeluk diriku. Oh, sia-sia semuanya. Aku akan menjadi makhluk yang mati tanpa cinta. Selamat tinggal Bunga, maafkan aku karena aku tak sempat nyatakan cinta padamu. Kau adalah yang terindah dihatiku. aku akan pergi. Pergi jauh, meninggalkan dunia. Haha, aku tersenyum di tengah kerumunan orang-orang yang mengelilingiku. Aku akan segera terkubur dalam bumi. Ditimbun tanah yang dicangkul para penjaga kuburan. Sang ajal mendekat, terus mendekat, aku menggigit bibirku berharap bisa mengurangi kepanikan dalam jiwa dan diriku. Sudah sangat dekat sang mati, ah, padahal sebelum aku mati aku ingin menyatakan cintaku pada Bunga terlebih dahulu. Biar aku tak mati tanpa cinta. Tapi terlambat, sang ajal amat dekat, ia ada dihadapanku kini, sesungging senyum kecil menggantung di bibirku. Aku pergi, selamat tinggal dunia, aku peerrrgggiiii……”Le, cah bagus. Bangun Le, sudah siang iki lho. Kan kamu harus kuliah. Sayang kan kalau sampe enggak masuk kuliah. Wis awan le, ayo bangun-bangun!”

Iya Bu”

Aku masih rajin mengunjungi pemakaman. Walaupun kini usiaku telah uzur dan berbau tanah. Aku mengunjungi pemakaman secara rutin, entah demi berziarah, mengirimkan doa serta penghormatan bagi mereka yang telah lebih dahulu dipanggil, atau untuk mencium wewangian Bunga kamboja yang berguguran dipinggiran kompleks pemakaman. Atau sekedar melihat keriangan anak-anak yang bermain layang-layang disana. Aku mengunjungi pemakaman agar supaya aku ingat mati, mati yang tak tentu kapan menggenggam ragaku. Kematian yang semoga terus menjagaku agar jadi makhluk yang arif nan bijaksana sampai ku menutup mata. Masih tersisa senyuman di bibir wajahku yang mengeriput. Aku menerawang jauh kedalam kalbu. Takutkah aku dengan mati? Ngerikah aku dengan Keputusan-NYA? Anak-anak yang tengah bermain layang-layang itu terlihat amat gembira. Aku mendekat pada mereka, “Nak, bolehkah Bapak pinjam layang-layangnya sebentar?” “ini Pak” layang-layang itu diserahkan padaku. Aku coba menerbangkannya. Sebelum aku mati, aku ingin menerbangkan layang-layang ke angkasa. Haha, aku jadi ingat ketika kecil dulu aku selalu jadi juara adu layang-layang di pemakaman ini. Sebelum aku mati, aku ingin jadi juara lagi.

***

Baradatu, Way Kanan, 18 Nopember 2006

 

1 Lagu : Dewa 19 – Sedang ingin bercinta.

Polisi Di Pertengahan - Akhir Bulan.

Januari 7, 2008 by arissetyawangrungies

Daerah Gw Karanganyar Solo Jawa tengah, sebuah kota kecil dengan Panorama Indah, halah malah cerita panorama. Anda semua pastinya sudah tak asing lg dengan Budaya yg ada di Indonesia ini, ada istilah yg mengacu pada kelangsungan hidup suatu individu, karena istilah itu menyangkut gaji ataupun uang bulanan, istilah tersebut bernama “Tanggal Enom & Tanggal Tuo atau bahasa Indonesianya Tanggal muda & tanggal Tua” tanggal muda berarti antara awal bulan sampai pertengahan bulan, yg berarti baru menerima gaji, Tanggal Tua adalah tanggal pertengahan bulan sampai akhir bulan, nah disaat inilah yg paling dibenci kebanyakan Individu Indonesia (terutama Budak-Budak Gajian, seperti Gw juga,..hehehehe) karena di tanggal ini semua gaji telah terkuras habis n ga jarang harus pinjem sana-sini buat nerusin hidup.

Nah hal yg kayak gini juga terjadi Pada Bapak Polisi pelindung hukum tercinta, maaf-maaf aja nih ye kalo ada yg tersinggung, tapi ini dah jadi rahasia Umum: Tiap Pertengahan Bulan – Akhir Bulan, atawa kita sebut saja Tanggal Tua, maka Operasi Kendaraan Bermotor pasti lebih gencar dilaksanakan. Sebagai contoh ya gw ambil dari Kota Gw Karanganyar Solo, beberapa hari ini gencar banget operasi/Razia kendaraan bermotor. Tepatnya didaerah selatan Taman Pancasila, gila nih razia tiap hari ada. Yg bikin gw agak gimana gitu yah nih operasi aneh banget, soalnya yg diRazia tu dipilih-pilih, aturan kalau memang tu Razia resmi yah semua diberhentikan dong, trus diperiksa kelengkapan dll-nya. Nah ini yg ditangkep dipilih-pilih yg bakal kena Tilang banyak, terutama sasaran empuknya anak-anak sekolahan. System kerjanya salah satu Bapak Polisi menjadi pengawas, membawa Megaphone, trus dia yg milih-milih, teriak deh pake Megaphone: “yah baju biru….Helm Kuning Tangkep…..Yg boncengin ibu-ibu tangkep juga…” tu kan, dipilihin…??

Yg pasti kejadian kayak gini banyak terjadi di Seantero Indonesia, setiap akhir bulan terjadi Razia dari kepolisian, entah itu Resmi atau Ide dari masing2 Individu petugas gw ga tau, yg jelas pasti Anda-Anda semua dah ngerti dong kebenarannya, ini bukan Rahasia lagi. Penegak hukum kita mencari penghasilan tambahan dengan cara seperti itu, lah gimana Indonesia mo Maju…? Tapi sebenarnya memang bukan sepenuhnya salah Petugas mereka harus melakukan kayak gitu. Penjual akan muncul jika ada konsumen, nah itu dia., kita sebagai Pemakai Kendaraan Bermotor juga yg seringnya memancing Petugas, sebagian besar pengendara yg kegep & ketangkep razia memilih menyerahkan sejumlah uang kepada petugas daripada harus mengikuti sidang. Biar mereka ga repot-repot harus ngikutin sidang, biar bisa langsung cabuuuuttt….

Ketika Gw nulis inipun, operasi masih sering terjadi Di Selatan Taman Pancasila Karanganyar Solo Jawa Tengah Indonesia. Banyak yg kena Tilang, termasuk teman-teman gw sendiri. Oh, kapankah semua ini akan berakhir. Budaya mencari penghasilan tambahan diakhir bulan dengan cara ngobyek mencari tilang dijalan. Mending cari penghasilan tambahan seperti teman Gw, jual tempe goreng kek, bahkan ada yg nyambi Tambal Ban. Dan marilah kita mulai dari diri kita sendiri selaku pengguna kendaraan bermotor: Seandainya terkena Razia Lalu surat-surat Atau Kelengkapan Motor anda ga komplit, pilihlah untuk mengikuti sidang. Jangan menyerahkan sejumlah uang kepada petugas.

Kisah Tentang Pelacuran. “Terinspirasi Dari Mbak Ningsih, Tokoh Film Mengejar Mas-Mas”

Januari 7, 2008 by arissetyawangrungies

Wanita Tuna susila bahasa kerennya…Pecun bahasa gaulnya…Pelacur bahasa agak kasarnya, Wanita Jalang bahasa kasar banget….

tau2 pengen nulis kayak gini, terinspirasi membahas pelacuran setelah menonton film “Mengejar Mas-Mas” yg dibintangi oleh Dina Olivia, Poppy Sovia. Dwi Sasono. Film ini bercerita tentang Shanaz (Poppy sovia) yg lari dari rumah menyusul pacarnya ke jogja karena ada pertengkaran dengan ibunya, namun ketika sampai di Jogja pacarnya terlanjur naik gunung sehingga Shanaz yg ga punya duit sama sekali terlunta-lunta dan nyasar ke Lokalisasi kelas bawah di Jogja. Hingga akhirnya bertemu Ningsih (Dina Olivia) seorang Wanita tuna Susila di kawasan itu.Film yg digarap oleh……halah ini bahas pelacur apa bahas Film mengejar mas-mas toh? Sabar brur, toh gw nulis kan karena kemaren liat pilem ini di teve…..

mo di penjuru dunia manapun Pelacuran memang selalu ada karena Seks adalah barang yg dianggap sebagai hal dasar, hal pokok. Kayak sembako juga menjadi hal pokok maka menjamurlah Toko2 Dan kios2 yg jual sembako. Karena Seks juga kebutuhan dasar, kemudia menjamur jugalah jualan Daging di seluruh penjuru dunia. Setiap daerah, tiap negara di dunia ini selalu punya satu tempat sebagai jargon Lokalisasi. Malah dibeberapa negara Pelacuran di Legalkan. Jerman sebagai contoh melegalkan prostitusi dan pelacuran, sehingga pas ada gelaran Piala Dunia Jerman kemarin memperbanyak Impor kondom karena yakin bakal banyak Penonton piala dunia yg ikut merasakan prostitusi Jerman. Intinya di segala tempat selalu ada Lokalisasi. Di Indonesia sendiri tiap daerah selalu punya juga tempat seperti itu. Kramat Tunggak di Jakarta (Dulu), bandung punya Saritem & Braga, Sarkem di Jogja, Gang Dolly di Surabaya. Kalo Di Solo dikawasan RRI. (buset Loe tau ajah? Dah nyobain dateng satu2 yah? Hahaha….yah gaklah,,,……) nah kan? Ada aja Lokalisasi, bagaimana di kotamu? Ada ga? Ada donk….

Well ga semua Pelacur santun seperti mbak Ningsih di Pilem Mengejar Mas-Mas. Tapi pada dasarnya semua punya alasan menjual diri yang sama: Terjepit kondisi Finansial. Kebanyakan para wanita2 itu mengaku terpaksa jualan daging karena kondisi ekonomi yg memaksa mereka tetap makan namun kesulitan mencari makan secara baik2. Akhirnya jadilah mereka tukang jual daging. Dan prinsip orang dagang juga berlaku di dunia prostitusi ini: ada penjual ketika ada pembeli. Selama masih banyak lelaki hidung belang, maka prostitusi akan masih menjamur bahkan bisa jadi makin menggila. Para lelaki hidung belang banyak yg mengaku kayak gini: “yah cari refreshing mas, setelah capek pusing mikir cari makan. Sekali-kali cari hiburan gpp dong” oh ya, kalo memang cari hiburan saja setelah capek2 cari duit. Koq duit yg udah capek2 dicari itu juga ikut ilang gitu aja buat bayar psk? Ada tetangga gw, sebut saja Pak Miyo (buset namanya jepang banget kalo ga kayak merk sepeda motor) Pak Miyo berusia akhir 40-an. Beristeri, punya satu anak. Mengaku mengalami kebosanan akan hidup dan Membeli Daging di Lokalisasi dikatakannya sebagai salah satu obat yg cukup manjur. Awalnya pak Miyo hanya coba2, lama2 kecanduan dan segalanya dikorbankan agar bisa tetap mencicipi daging Mentah dikawasan Lokalisasi itu. Duit harian setelah capek berpanas-panasan yg harusnya lari kedapur, buntutnya juga jatuh kesana. Bahkan barang2 mulai dijual, Seekor sapi gemuk yg semula direncanakan untuk pernikahan sang Anak Perempuan juga ikut dijual hanya agar bisa tetap merasakan Daging mentah itu. Nah, apa kemudian Refreshing setelah capek cari duit bisa dijadikan alasan kalo pada akhirnya duit yg capek2 dicari itu juga habis untuk Refreshing?

Ironisnya sebenarnya masyarakat tau mengenai prostitusi seperti ini, bahkan mungkin aparat juga tau. Tapi semua seperti mendiamkan saja. Di daerah gw, tepatnya malah di kampung gw kawasan Candi Sukuh Karanganyar Jawa Tengah, mulai menjamur villa2 plus2 dimana anda bisa menyewa perjam untuk bebas melakukan apapun bersama pasangan atau siapapun juga. Lha masyarakat yg kalo ada sinetron yg isinya seorang cewek hamil diluar nikah karena seks bebas marah2. Tapi begitu realita seperti ini memilih diam, mereka bukannya ga tau, tapi memilih pura2 ndak tahu, karena apa? Dengan adanya Villa Plus2 Kampung jadi dapet pemasukan tambahan tiap bulan dari Villa. Aparat juga diam saja kenapa? Mungkin sibuk Operasi & Razia kendaraan bermotor yah? Jadi ga sempet ngurusin begituan. Nah masyarakat sudah mendiamkan, aparat juga begitu. konsumen daging mentah makin banyak, maka makin suburlah bisnis prostitusi di Negeri Ini. Apa nanti di Indonesia bakal di Legalkan juga ya? Kayak di Jerman gitu?

Mbak Ningsih begitu Santun walaupun jadi Wanita Tuna Susila, menjaga Shanaz yg baru dikenalnya. Terpaksa juga menjual diri karena desakan ekonomi. Entah di ending tu fim ga dijelasin apa akhirnya mbak Ningsih tobat dan kembali kejalan yg lurus ga belok2 lg. Semua masalah selalu ada solusinya, demikian juga dengan masalah Prostitusi. Sepertinya di berita2 televisi dah sering diberitakan tentang pengrebekan kawasan lokalisai, yang edannya beberapa saat kemudian kawasan itu kembali beroperasi seolah ga terjadi satu apapun. Dan kenapa mereka masih nekad beroperasi kembali? Karena masih ada lelaki hidung belang yg membutuhkan. Selama masih ada konsumen, mereka tetap akan jual Daging….mungkin solusinya dari kita sendiri, tanya pada diri kita sendiri. Apa kita mendukung adanya Lokalisai dan prostitusi? Atau kita Menolak keras?

Dan untuk terakhir kalinya, gw mo bilang kalo Akting Dina Olivia di Film Mengejar Mas-Mas bagus banget……

hehehe…tapi bagusan Akting Poppy Sovia donk (soalnya dia lebih cantik sih…..Huahahahahaha)

Melly Goeslaw: Dinobatkan Sebagai “Ratu Soundtrack Indonesia” Kami Rindu Potret

Januari 7, 2008 by arissetyawangrungies

Melly Goeslaw. siapa yg ga kenal ma artis yg satu ini, anak dari musisi legendaris Melky Goeslaw yg bener2 merajai (eh salah ya gw. Harusnya meratui) panggung musik Negeri. Sudah tak terhitung jumlah lagu yg dia ciptakan (soalnya gw lom pernah ngitung sih) dan kebanyakan lagu ciptaannya jadi hits.

Well, gw pengen bahas Melly Goeslaw karena dia salah satu musisi Multi Talented yg luar biasa. Apalagi dia seorang wanita. Sangat berbakat dalam hal Song writing…

yg hendak gw bahas adalah mengenai Transformasi seorang Melly Goeslaw. dari seorang Melly Goeslaw vokalis Band “Potret” berubah menjadi Melly Goeslaw “Sang Ratu Soundtrack Indonesia”

jujur gw lebih suka Melly goeslaw yg dulu, doi lebih ketara sisi musikalitasnya. Karya2nya lebih berbobot. Beda dengan sekarang, kebanyakan lagu sekarang terlalu pasaran. Dan gitu2 aja, menurut kabar dari sebuah sumber yang kurang terpercaya dan diragukan identitasnya serta kejantanannya. Melly sama sekali ga bisa bermain alat musik. Doi hanya pintar menulis lagu, mereka-reka sebuah nada. Sementara yg membuat musiknya adalah suaminya Anto Hoed.

Coba bandingkan lagu2 Melly ketika Potret masih aktif di blantika musik Negeri, dengan lagu2 Melly sekarang saat dia laris manis bak kacang goreng mengisi Soundtrack, dulu lagu2 Potret lebih nge-Beat, eh lagu Melly sekarang cenderung Ngebosenin. Cuman Stagnan di Syntheziser & sampling2 yg notabene sama melulu. N coba hitung berapa banyak Film Indonesia yg digarap Soundtracknya oleh Melly Goeslaw? Dimulai dari “Ada Apa Dengan Cinta”, kemudian “Eiffel I’m In Love” “Apa Artinya Cinta” lanjut lagi dengan beberapa film lainnya yg terbaru ada Soundtrack pilem “Tentang Dia” “Heart”, “Love Is Cinta” “Butterly” “Ayat-Ayat Cinta”ah lupa gw. Banyak pokoknya.

Lalu kemana Potret? Mana sepak Terjang Band yg membawakan musik Simple namun enak didengar ini? Gw lebih suka Melly goeslaw sebagai Vokalis Potret ketimbang Melly Goeslaw Ratu Soundtrack. Gw ngerasa Melly sekarang terlalu ngejual asal laku. Coz semuanya jadi laku keras, sementara kalo di Potret mungkin terlalu idealis n ga begitu ngejual sehingga dicuekin deh. Kayak kasus Alv band yg terlalu idealis n ga begitu laku. Beda dengan Nugie Solo karier yg agak lebih bisa diterima pasar.

Bagaimanapun juga gw kangen lagu2

kayak Diam, Bagaikan Langit, Salah, dll, dst, dsb.

Kapan Melly kembali ke asal mulanya sebagai vokalis Potret. Kumohon Melly, lepaskan predikatmu sebagai Ratu Soundtrack Pilem Indonesia. Kembalilah menjadi Melly Goeslaw yang dulu….

Kumohon…..

Kumohooonnnnnn…..

kumohooooonnn Melllyyyyy…….

Mahasiswa: “Calon Intelektual Yg Ternyata Masih Seperti Anak SD”

Januari 7, 2008 by arissetyawangrungies

Tulisan ini bukan bermaksud Mendisk kreditkan pihak mahasiswa. Ini hanya demi kebaikan semua, ditulis berdasarkan laporan teman Saya Seorang Operator Warnet yg sedang kesal dengan Mahasiswa2 yg sering datang Ke warnetnya dan ga bisa menjaga kesopanan.

Mahasiswa Pejuang Reformasi

 

Wah Kenapa gw perlu nulis kayak gini? Lha mahasiswa koq mesti dibahas? Lha kenapa ga? Pasalnya mereka adalah calon penerus hidup matinya bangsa ini, yg bersekolah menuntut ilmu dan dikatakan sebagai “Calon Intelektual”

 

kalo ada demo2 di jalanan menuntut diturunkannya harga kebutuhan pokok, siapa lagi kalo bukan mahasiswa? Kebanyakan pejuang2 Reformasi tentu saja mahasiswa. Intinya mahasiswa adalah Calon Intelektual yg dididik untuk menjadi seorang yg berparadigma luas, ga melulu berdiri dan bercokol serta puas di satu tempat. Mereka adalah seorang yg berpendidikan tinggi (katanya sih)

 

tapi terkadang kenyataannya berkebalikan dengan katanya….

 

seorang yg berpendidikan tinggi namun kebanyakan masih berpikir dangkal. Lha mahasiswa kok seperti anak SD. Rame seperti di kampus sendiri. Menurut laporan dari seorang teman gw yg kerja di salah satu Warnet di Karanganyar Solo Jawa Tengah. Sekarang lg rame2 nya yg namanya “Ujian Cisco”

 

tau kan Cisco Loe Pada? Ujian Online gitulah intinya. Gw sedang ga pengen bahas ujiannya. Tapi sifat para orang yg ikutan ujiannya. Secara sebuah warnet adalah ruang publik tempat bagi banyak orang untuk mengakses internet. Tentu saja tempat itu dikunjungi oleh banyak orang dari banyak kalangan juga….

 

 

nah berhubung lg rame yg namanya ujian, tu para Mahasiswa berkumpul bersama untuk mengikuti ujian gitu..ini yg bikin sebel menurut laporan temen gw..lha mereka anggap warnet adalah kampus mereka sehingga mereka bebas teriak2 seperti di kampus sendiri. Terang saja beberapa user warnet yg ga ikut ujian merasa terganggu….

 

mahasiswa koq kayak anak SD gitu, teriak2 di tempat umum. lha kalo anak SD sih wajar2 saja teriak2 rame2 bercanda pas di tempat umu. Anak SD kalo lg di Sekolah belajar pasti ada ramenya dan kalo dah ditegur gurunya maka akan tenang. Anak SD kalo di tempat umum bisa jadi rame dan ditegur seseorang maka dia akan diam. Lha ini MAHASISWA. Calon Intelektual lg2 gw sebut. Apa pantas seorang Calon Intelektual ga bisa ngerubah sikap setelah ditegur? Soalnya menurut temen Gw yg jaga Warnet dia dah berkali-Kali bilangin ke Para Mahasiswa yg terhormat itu agar tenang karena menganggu user lain yg ga ikut ujian tapi yah ternyata Para Mahasiswa itu ber-IQ lebih rendah dari para Anak2 SD. Karena apa? Yah seperti yg Gw bilang tadi, anak SD aja kalo dibilangin nurut. Ga seperti para Mahasiswa yg bandel2 minta ampun….

 

 

yah semoga mereka2 para Mahasiswa bisa merubah sikap, karena memang bagaimanapun juga mereka2 adalah orang2 pintar yg akan menjadi penerus kemajuan bangsa ini.

 

 

Halo dunia! Saya Baru Mulai WordPress Mohon bantuannya…

Januari 7, 2008 by arissetyawangrungies

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Hehehe….yah pokoknya baru mulai WordPress. dah mulai bosen di Friendster, MySpace, juga di Multiply. sapa tau disini lebih asik gitu…